Indahnya Ramadan Bagi Amaliah Sururiah
![]() |
| Foto Amalia Sururiah |
Gowa, Selasa (14/05/2019). Memasuki bulan ramadan, yaitu bulan yang sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh umat muslim di dunia, karena bulan ini dijuluki sebagai bulan yang penuh berkah, seluruh pahala kebaikan akan dilipat gandakan sebanyak 10 kali, tentu masyarakat tidak akan melewatkan bulan yang penuh berkah ini dengan perbuatan yang sia sia yang tidak bernilai ibadah. Begitu pula yang dirasakan oleh sebagian mahasiswa UIN Alauddin, terlebih lagi harus merasakan yang namanya kuliah pada saat bulan ramadhan, sungguh bukan suatu yang mudah untuk menjalankan puasa, tetapi itu merupakan bukan suatu alasan kita semua untuk tidak berpuasa dan membatasi segala aktivitas kita.
Hal itu pun dirasakan oleh salah satu mahasiswi Fakultas Syariah dan Hukum, Jurusan Hukum dan kekeluargaan bernama Amalia Sururiah, dia adalah mahasiswi semester II. Baginya, ini pertama kalinya dia merasakan bulan ramadhan semenjak ia menduduki bangku kuliah. Sebagai anak rantauan dari Bogor yang jauh dari tanah kelahirannya, dari sahur hingga berbuka dia hanya ditemani oleh bibinya, meskipun begitu ia tetap merasa bersyukur, karena pada ramadhan kali ini masih ada yang menemaninya.
Selain kuliah, pada bulan ramadan ini, katanya dia mengisi hari-harinya dengan membantu keluarganya untuk menyiapkan menu sahur dan berbuka puasa, berbelanja pada pagi dan sore hari, ngabuburit, serta menyelesaikan bacaan Al-Qur'an yang awalnya hanya selembar perhari, kini menjadi 5 lembar perhari.
Sebagai salah satu mahasiswi UIN, dia pun juga merasakan yang namanya kuliah pada saat bulan ramadan "Terkadang saya cepat lelah, sulit berkonsentrasi, mudah mengantuk, pada saat menjalani kuliah ramadhan ini, bahkan saya terkadang terlambat masuk kuliah dikarenakan setelah shalat subuh tidur lagi" katanya ketika saya menanyainya tentang apa kendala yang ia alami selama kuliah ramadhan kali ini. Disamping kendala buruk yang ada, ia pun berusaha mengurangi terjadinya kendala-kendala tersebut dengan tidak begadang dan memasang alarm.
Ketika saya menanyainya tentang apa harapannya dibulan ramadhan ini, dia menjawab "Saya ingin pulang kampung", dari pernyataannya tersebut, saya mendapat sesuatu bahwa, hampir seluruh mahasiswa berkeinginan untuk mengistirahatkan dirinya tanpa kegiatan perkuliahan selama ramadhan dan ingin berkumpul bersama keluarganya terutama bagi mahasiswa yang merantau

Komentar
Posting Komentar