LGBT, ISLAM, DAN TOLERANSI

 

Indonesia, disinilah kita tinggal, disebuah negeri bagian tenggara bumi ini yang memiliki pemandangan yang elok dan asri, dan memiliki keberagaman flora dan fauna serta berbagai macam ras, budaya, suku, ras, dan  agama. Keberagaman inilah yang membuat negeri ini dipandang sebagai negeri yang kaya dan unik oleh negara yang lain sehingga banyak penduduk dari negara lain berminat untuk datang dan berwisata di negeri pertiwi ini untuk menikmati alamnya yang memukau. Akan tetapi tidak hanya alamnya yang memukau, akan tetapi banyak oaring-orang diluar sana memandang bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang patut di contoh dalam hal menjaga kerukunan di dalam keberagaman ras, budaya, suku, dan agama. Salah satu kunci kerukunan tersebut ialah keramahan dan toleransi antar sesama.

Membahas tentang toleransi, menurut KBBI, toleransi berasal dari kata toleran yang berarti bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dan sebagainya) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri. menurur Wikipedia, Toleransi atau Toleran secara bahasa kata ini berasal dari bahasa latin tolerare yang berarti yang berarti dengan sabar membiarkan sesuatu. Pengertian toleransi secara luas adalah suatu perilaku atau sikap manusia yang tidak menyimpang dari aturan, dimana seseorang menghormati atau menghargai setiap tindakan yang dilakukan orang lain. Toleransi juga dapat berarti suatu sikap saling menghormati dan menghargai antarkelompok atau antarindividu (perseorangan) baik itu dalam masyarakat ataupun dalam lingkup yang lain. sedangkan menurut pandangn Islam, toleransi atau bisa disebut tasamuh (Kemudahan) yang berarti memberikan kemudahan bagi siapa saja untuk menjalankan apa yang ia yakini sesuai dengan ajaran masing-masing, tanpa ada tekanan dan tidak mengusik ketauhidan.

Membahas lebih lajut tentang toleransi dalam islam, konsep tasamuh dalam Islam mengandung konsep rahmatan lil’alamin. Meskipun Al-Qur’an tidak secara tegas menjelaskan tentang tasamuh, namun ditemui beberapa ayat yang terkait dengan ini. Diantaranya. Rahmah atau kasih saying (Q.S al-Balad: 17), al-‘Afw atau memaafkan (Q.S. an-Nur, 22), as-Safh atau berlapang dada (Q.S. al-Zukhruf, 89), al-Salam atau keselamatan (Q.S. al-Furqan, 63), al-‘Adl atau keadilan, al-Ihsan atau kebaikan (Q.S al-Nahl, 90) dan al-Tahwid yang bermakna menuhankan Allah SWT (Q.S al-Ikhlas, 1-4).

Memasuki abad ke-21, manusia saat ini telah memasuki era digital. Berbagai platform media sosial mulai bermunculan di dunia maya, serta berbagai macam smartphone mulai diciptakan. Dengan diciptakannya berbagai sarana dan prasarana tersebut, kemudian semua hal itu dijadikan sebagai salah satu tempat meraka untuk mengekspresikan diri mereka sendiri kepada masyarakat luas. Pengekpersian disini maksudnya ialah bagaimana mereka menunjukkan eksistensinya atau keberadaan mereka kepada masyarakat, baik itu berupa konten-konten hiburan, curhat-curhatan, atau hanya sekedar speak up.

Membahas tentang eksistensi atau keberadaan. Di penghujung tahun 2020 ini, karena kemajuan dan pemanfaatan media sosial, mulai perlahan bermunculan suatu eksistensi-eksitensi yang baru, yang pada awalnya tidak memiliki eksistensi, akan tetapi karena hal tersebut membuatnya memiliki eksistensinya sendiri, contohnya ialah kaum pelangi atau sering disebut LGBT. di tahun-tahun sebelumnya, eksistensi kaum ini tidak begitu Nampak karena kaum LGBT ini dianggap suatu hal yang di luar batasan normal dan merupakan suatu yang tabuh. Akan tetapi di tahun ini keberadaan mereka semakin Nampak, sehingga kaum tersebut mulai dipandang oleh masyrakat luas, khususunya di Indonesia.

Membahas lebih lanjut tentang kaum pelangi atau LGBT, LGBT adalah singkatan dari lesbian, gay, biseksual, dan transgender. Istilah tersebut digunakan pada tahun 1990 untuk menggantikan frasa komunitas gay atau komunitas yang memiliki orientasi seks terhadap sesama jenis khususnya laki-laki. Istilah LGBT sudah mewakili kelompok-kelompok yang telah disebutkan seperti di atas. LGBT memiliki lambang berupa bendera berwarna pelangi.

Jika gay adalah sebutan khusus untuk laki-laki yang memiliki orientasi seks terhadap sesama jenis, lesbian adalah sebutan untuk perempuan yang menyukai sesama jenis. Sedangkan biseksual adalah sebutan untuk orang yang bisa tertarik kepada laki-laki atau perempuan. Transgender sendiri adalah istilah yang digunakan untuk orang yang cara berperilaku atau berpenampilan berbeda atau tidak sesuai dengan jenis kelaminnya.

Di Indonesia, kaum ini dipandang sebagai kaum yang menantang kuadrat normal, sehingga membuat kaum ini banyak dijauhi oleh masyarakat dan bahkan mendapat beberapa kekerasan verbal amupun non-verbal. Akan tetapi karena adanya undang-undang tentang hak asasi manusia, sehingga membuat kaum ini semakin lama membuat eksistensinya semakin nampak dan bebrapa dari mereka mulai speak up dan adapun beberapa dari masyarakat bahkan mendukung perbuatan kaum pelangi ini dengan alasan toleransi atas dasar kemanusiaan. Lalu bagaimana islam memandang toleransi ini.

Dalam islam, LGBT merupakan suatu hal yang sangat dilarang oleh agama karena menentang ajaran islam itu sendiri. tentu tidak ada toleransi dalam hal ini. Akan tetapi tidak adanya toleransi disini bukan berarti kita sebagai umat muslim justru menjauhi dan menindas mereka. Akan tetapi langkah yang benar ialah tetapi berbuat baik kepada mereka dan jangan memaksakan kehendak kita terhadap mereka. Jika salah satu mereka adalah umat muslim maka, ingatkanlah mereka, nasehatilah mereka dan jangan memaksakan kehendak kita terhadap mereka.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indahnya Ramadan Bagi Amaliah Sururiah

Kultum Ramadhan : Arti Sabar Menurut Prof. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D.