ANKARA
– Selasa (13/10/2020), Caraka Muda Nusantara melaksanakan Webinar Forum dengan
tema “Peranan Diaspora dalam Membangun Bangsa”. Dalam webinar tersebut
menghadirkan Rizqan Kamil (Kandidat Master Ilmu Politik, Ankara Haci Bayram
Veli University) dan Gading Siagian (Mahasiswa Sarjana Tekhnik Geologi,
Suleyman Demirel University) sebagai narasumber dan Syonia Arifin (Mahasiswa
Sarjana Jurnalistik, Ankara Haci Bayram Veli University) sebagai moderator.
“Keberadaan
Diaspora Indonesia baik professional maupun pelajr yang tersebar di berbagai
negara apakah memiliki peranan positif dalam kemajuan Indonesia. Bagaimana awal
mula perkembangannya?”, ujar Syonia saat membuka diskusi.
Dalam
menaggapi pertanyaan tersebut, Rizqan Kamil mengatakan bahwa “Ada empat faktor
berkembangnya diaspora Indonesia. Pertama, adalah perdagangan di masa lampau
seperti diaspora Minang, Bugis, Jawa, Melayu. Kedua, adalah konflik dan peperangan seperti yang terjadi di
Aceh, Papua dan Maluku. Ketiga, adalah harapan mencari penghidupan yang lebih
baik seperti komunitas eksil di Belanda. Terakhir adalah faktor globalisasi
karena perkawinan, pekerjaan dan pendidikan”.
“Kehadiran diaspora tentu saja memiliki dampak
positif bagi kemajuan Indonesia, salah satunya fungsinya sebagai link penghubung ekonomi diantara dua negara. Selain itu
diaspora juga menjadi agen penyebaran informasi dan potensi human resources bagi kepentingan nasional. Kehadiran diaspora akan
meningkatkan pengaruh soft diplomacy Indonesia di negara tempat mereka tinggal”, ungkap
alumnus FISIP Universitas Syiah Kuala tersebut.
Berbicara tentang dukungan yang bisa diberikan
pemerintah Indonesia kepada diaspora, Rizqan menyatakan,bahwa “Pemerintah dapat
merumuskan suatu grand design untuk memaksimalkan potensi diaspora Indonesia.
Terlebih dahulu dilakukan penelitian mendalam tentang isu diaspora khususnya
tentang isu kewarganegaraan. Selanjutnya pemerintah dapat membuat program
kolaborasi strategis dengan jaringan diaspora Indonesia yang tersebar di banyak
negara”.
Sementara itu Gading Siagian menjelaskan
sejarah awal nama diaspora berkembang di Indonesia “Sejak tahun 1960-an,
istilah diaspora sudah dikenal di Indonesia, namun masih terkait dengan
diaspora Tionghoa yang menetap di Indonesia. Gaung diaspora baru kembali
menggeliat ketika Dino Patti Djalal memprakarsai diadakannya Kongres Diaspora
Pertama tahun 2012, di Los Angeles, Amerika Serikat”.
Gading meminta kepada pemerintah untuk
membentuk badan khusus yang akan mengurus potensi diaspora. “Pemerintah pernah
berjanji untuk memberdayakan diaspora yang mau pulang ke tanah air tetapi
banyak yang kecewa karena tidak ada badan khusus yang mengurus potensi
diaspora”.
“Hingga saat ini belum ada database yang akurat tentang diaspora
Indonesia. Diperlukan adanya struktur khusus untuk menangani persoalan
diaspora, paling tidak badan pemerintah setingkat direktorat jenderal”, ujar
Ketua MPA PPI Isparta tersebut.
Webinar Diaspora Forum ini diikuti oleh puluhan
peserta dari berbagai kota di Turki seperti Istanbul, Ankara, Sakarya, Konya,
Kastamonu, Bursa, dan Isparta. Selain itu juga terdapat mahasiswa di beberapa
kota di Indonesia yang mengikuti webinar ini.
Caraka Muda Nusantara adalah platform komunitas
diaspora anak muda Indonesia di Turki yang akan meningkatkan hubungan Indonesia
dengan Turki, membahas isu terkini antar kedua negara dan membangun networking
kepemudaan lintas negara. Caraka Muda Nusantara didirikan di ibukota Turki,
Ankara pada 1 Oktober 2020 bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila.
Sumber : Beritaturki.com
Komentar
Posting Komentar